May 7, 2008

Semena-mena Dan Bodoh-Bodohan

Posted in Uncategorized tagged at 10:00 am by cocomerina

-Ini murni curahan hati-

May Day baru saja lewat tapi buat saya masih menyisakan ganjalan di hati. Tingginya angka pengangguran dan harga kebutuhan ekonomi yang semakin mencekik menjadikan banyak perusahaan semena-mena terhadap karyawannya. Karena kami sebagai pekerja tidak punya pilihan akhirnya kami terpaksa menerima menjalani semua ini … mungkin kata-kata kasarnya: “Kalau lo ga terima diginiin … yaudah … masih ada ratusan bahkan ribuan orang yang mengantri untuk menggantikan posisi lo”

Belakangan ini saya memerhatikan hubungan orang-orang yang dekat dengan saya dengan perusahaan mereka atau mantan perusahaan mereka. Dan semakin saya memerhatikan, ternyata saya semakin merasa betapa tidak berfungsinya UU Ketenagakerjaan di negeri kita.

Sebut saja kejadian yang menimpa suami saya. Ia resign dari perusahaannya yang lama, Optima, sebuah perusahaan Media Specialist di bilangan Gatot Subroto. Suami biasanya gajian setiap tanggal 25 tiap bulannya. Lalu Suami resmi mengundurkan diri per tanggal 3. Dalam bayangan saya, harusnya dia mendapatkan bayaran dari selisih hari dari tanggal 25-3 di bulan berikutnya. Namun Keuangan di perusahaan tersebut menyebutkan jika tidak ada yang bisa diperhitungkan karena memang sebenarnya cut off date pay roll di tempat mereka itu tanggal 30 dan mereka sengaja memajukan tanggal gajian mereka ke tanggal 25 (kind a weird). Lalu pihak keuangan tersebut menjelaskan jika ada yang mau diperhitungkan ya paling cuti yang dicairkan, lalu ia menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan mencairkan hari cuti. Namun … seperti yang dibayangkan … itu semua sekadar wacana. Ketika suami menanyakan lebih lanjut bagaimana prosedurnya … mereka malah menjawab … SORRY YOU’RE LATE … seharusnya pada waktu membuat surat pengunduran diri suami memundurkan waktunya sekian hari sisa cuti tersebut. Lah … yang membuat saya tidak habis pikir … kemana saja perusahaan itu sehingga pada saat suami mengajukan resignation letter tidak diinformasikan jika ada haknya yang bisa diurus. Kenapa baru diberi tahu pada saat semuanya sudah terlambat? Memang di perusahaan tersebut tidak ada aturan ketenagakerjaan yang dapat mengantisipasi hal2 seperti ini? tipe perusahaan yang seperti ini yang saya sebut dengan bodoh-bodohan.

Permasalahan tidak berhenti disitu saja. Di perusahaan tempat suami bekerja yang baru ini, sebuah advertising agency dari Jepang dibilangan Senayan, jika suami telat satu menit saja uang makannya akan dipotong Rp. 10 ribu. Jam kerjanya dari pukul 8.00-17.00 (teorinya), tapi sampai saat ini, belum pernah tuh suami saya pulang jam 5 teng … selalu minimal jam 7 malam, dengan alasan: namanya juga agency. Yang jadi permasalahan adalah … kok bisa suami telat satu menit dipotong 10 ribu sedangkan “over time” minimal 2 jam tidak diperhitungkan sama sekali. Tipe seperti ini saya sebut dengan perusahaan yang semena-mena.

Ada teman dekat saya yang resign karena dapat pekerjaan baru di perusahaan yang lebih menjanjikan. Namun tidak disangka ternyata the owner of the company tidak menerima pengunduran diri teman saya dan akhirnya dengan kejamnya mereka tidak membayarkan gaji terakhir teman saya tersebut (gila ya … jaman sekarang mengambil hak orang sudah dianggap lazim). Yang ini saya sebut dengan sangat semena-mena.

Ada banyak perusahaan yang bisanya hanya menuntut kinerja yang maksimal dari karyawannya namun tidak pernah berfikir apakah mereka sudah melaksanakan kewajiban mereka untuk memenuhi hak karyawan mereka atau belum. Gaji yang di bawah standar, kesejahteraan yang dibawah rata-rata, atau tidak dibayarkannya hak-hak pekerja merupakan makanan sehari-hari dari banyak karyawan yang ada di negeri ini. Lalu … apakah penyimpangan2 itu wajar adanya? sepertinya UU Ketenagakerjaan hanya sekadar pajangan di meja kerja HRD … ga ada fungsinya!

2 Comments »

  1. dewdew said,

    itulah makanya, jangan pernah setia terhadap perusahaan karena belum tentu perusahaan setia sama kamu… reality bites…

    salam kenal😉

    • cocomerina said,

      Hehe iya mbak, semenjak tau kalau perusahaan emang maunya untung sendiri aku ga pernah cinta dan setia sampai mati sama perusahaan koks😀

      Salam kenal juga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: