March 31, 2008

Menumbuhkan Minat Baca Pada Sang Buah Hati

Posted in Uncategorized tagged at 5:13 am by cocomerina

77005172.jpg

BUKU adalah jendela dunia. Istilah tersebut sepertinya sudah tak asing lagi bagi kita. Tampaknya istilah ini benar adanya, karena melalui sebuah buku, tanpa harus meninggalkan kursi yang nyaman di rumah, kita dapat berpetualang ke Afrika, menjelajahi hutan tropis di Brazil, menyusuri kota seni di Eropa, atau turut berpartisipasi dalam pembuatan sebuah robot di suatu laboratorium di Jepang. Dengan membaca sebuah novel misalnya, pengetahuan kita jadi betambah dan kepekaan kita akan masalah sosial budaya di sekeliling kita pun semakin tinggi. Belum lagi pertambahan perbendaharaan kata yang dapat membuat kosa kata kita semakin berwarna.

Namun tampaknya tidak semua orang di negeri ini dapat mengalami nikmatnya membaca buku dan tertarik untuk menjelajahi dunia dengan membaca buku. Hal ini diakibatkan rendahnya minat baca yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga anak-anak dan pelajar yang tengah mengecap pendidikan di sekolah yang seharusnya akrab dengan buku. Kendati banyak penerbit-penerbit baru bermunculan dan buku-buku judul terbaru mengepung pasar, namun toh penjualannya masih jauh di bawah Negara-negara tetangga semisal Malaysia, Singapura, India, terlebih negara-negara maju.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Banyak orang yang menyebutkan rendahnya minat baca negeri ini diakibatkan oleh kebiasaan nenek moyang kita yang gemar menuturkan segala sesuatunya secara verbal. Dimulai dari sejarah, dongeng, kebudayaan dll. Hal ini mau tidak mau telah menjadi warisan yang sulit untuk tidak diikuti sehingga generasi sekarang kerap melakukan hal yang sama; mengedepankan sistem verbal dibandingkan tertulis.

Sibuknya para orang tua juga telah mengabaikan arti penting membaca bagi anak-anak. Saat ini tak banyak para ibu yang mendongengkan kisah-kisah yang dapat berfungsi sebagai pemembentuk karakter plus menghibur buah hati mereka sebelum tidur, dan karena alasan pekerjaan pula para orang tua tersebut tidak sempat memacu minat membaca anak-anak yang dapat dipupuk dengan menghabiskan waktu senggang dengan membaca bersama.

Kepopuleran game atau tayangan televisi saat ini tampaknya telah menggeser minat masyarakat kita akan membaca. Lajunya pemasaran game equipment atau tingginya ratting acara hiburan dapat menjadi indikator bahwa membaca bukanlah pilihan utama bagi masyarakat kita untuk menghabiskan waktu luang.

Rendahnya minat baca seakan turut dipacu ketika pusat perbelanjaan dan taman hiburan tumbuh bak jamur di musim hujan. Pemandangan para orang tua yang menggandeng anak balitanya berjalan menyusuri satu toko ke toko lainnya di pusat-pusat perbelanjaan bukanlah merupakan hal yang asing lagi. Aktivitas mengunjungi toko buku atau perpustakaan pun semakin berkurang, karena menurut orang-orang tua di jaman modern saat ini, akan lebih menyenangkan bagi anak-anak untuk diajak berbelanja ketimbang membaca bersama di ruang keluarga.

Bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak sesunggunya merupakan hal yang tidak terlalu sulit, berawal dari kita para orang tua, maka mau tidak mau buah hati kita pun akan mengikuti apa yang kita lakukan. Dalam hal ini, keluarga merupakan lingkungan yang paling awal dan dominan dalam menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Semenjak dini, orang tua haruslah menumbuhkan kesadaran betapa besarnya manfaat membaca pada anak-anak. Untuk selanjutnya guru di sekolah, teman sebaya, dan masyarakat sekitar akan semakin melekatkan minat membaca pada buah hati kita nantinya.

Berikut tip-tip yang dapat dilakukan agar buah hati kita dapat lebih akrab lagi dengan buku:

Mulailah sejak dini. Saat yang sangat tepat untuk menumbuhkan minat membaca bagi anak-anak adalah pada usia sekitar 5-6 tahun. Masa ini kita sebut dengan masa peka. Pada usia ini anak senang sekali mendengarkan cerita. Pada awalnya mereka hanya tertarik dengan kenikmatan yang diperoleh dalam kedekatannya dengan orang tua, dimana pangkuan orang tua dapat membuat anak-anak akan merasa nyaman. Kenyamanan yang timbul dan buku cerita bergambar dan warna-warni yang indah akan membuat anak menjadi tertarik dan selanjutnya akan menikmati setiap cerita yang dituturkan oleh buku yang dibacanya. Pada usia ini anak-anak gemar sekali mengimitasi hal-hal yang ada di sekelilingnya. Anak-anak akan menirukan orang tuanya yang kerap membacakan cerita untuknya dan semakin sering mereka melihat kedua orang tua mereka mambaca, semakin sering pula mereka meniru gaya dan tingkah laku orang tua mereka. Seiring dengan bertambahnya kemampuan mereka dalam membaca, mereka pun akan senang sekali mempraktikkan kemampuan membaca mereka. Kemauan untuk membaca atas inisiatif mereka sendiri inilah yang akan menjadi awal tumbuhnya minat membaca anak

Mendongeng sebelum tidur. Membaca dongeng sebelum tidur juga merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk dilakukan. Selain dapat membentuk karakter sang anak melalui tokoh-tokoh yang terdapat di dalam dongeng tersebut, kegiatan ini juga dapat mengakrabkan buah hati kita dengan buku.

Ajak sang buah hati ke “gudangnya buku”. Jika sang buah hati biasanya menemani kita berbelanja di mal, maka tidak ada salahnya jika bersama sang buah hati kita menyempatkan diri untuk mengunjungi toko buku atau berburu bacaan favorit mereka di perpustakaan setempat. Luangkan waktu setiap minggunya agar mereka dapat mendapatkan bacaan-bacaan baru baik itu dengan membeli atau sekadar meminjam dari perpustakaan.

Buku sebagai hadiah. Jika biasanya kita memberikan mainan kepada sang buah hati pada saat ulang tahun, maka cobalah memberi mereka hadiah buku pada saat ulang tahun atau perayaan-perayaan lainnya. Hal itu membuat mereka semakin menghargai buku dan semakin menambah minat mereka dalam membaca buku.

Buat buku-buku koleksinya touchable. Apabila sang buah hati sudah rutin mendapatkan buku, maka tindakan selanjutnya adalah jangan menjauhkan mereka dari buku-buku yang sudah mereka koleksi. Usahakan agar buku mudah dilihat dan dijangkau oleh sang buah hati. Dengan begitu, mereka tidak akan sungkan untuk membuka-buka lagi buku koleksinya tersebut.

Batasi alokasi waktu untuk main game atau menonton TV. Tak jarang sang buah hati melupakan segalanya kala mereka sedang main game atau menonton siaran favorit mereka di televisi. Hal ini perlu diwaspadai agar waktu luang yang mereka miliki tidak tercurah hanya untuk main game atau menonton TV. Jangan ragu untuk membuat peraturan yang menyatakan jika pada waktu-waktu tertentu sang buah hati hanya diperbolehkan untuk membaca buku apapun yang mereka suka.

Pada dasarnya usia dini merupakan saatnya bermain. Maka jadikanlah aktivitas membaca mereka menjadi sesuatu yang menyenangkan, sehingga mereka tidak melakukannya dengan perasaan tertekan. Libatkan seluruh anggota keluarga dalam aktivitas membaca ini, sehingga semakin tertanam di benak buah hati kita akan nikmatnya menjelajahi keajaiban dunia dengan membaca sebuah buku.[isthi]

1 Comment »

  1. @ahmad said,

    setuju…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: