March 31, 2008

… Dan Lahan Gambut Itu Pun Dibakar ….

Posted in Uncategorized tagged at 6:16 am by cocomerina

Kebakan hutan tampaknya sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Indonesia. Jutaan hektar hutan dan lahan tidak luput dari bencana ini setiap tahunnya, terutama jika sudah memasuki musim kemarau. Musibah yang kerap melanda Kalimantan dan Sumatera ini tidak hanya mengundang kerugian material, namun tercatat jutaan orang dari negara tetangga di sekitar kedua pulau tersebut terganggu kesehatannya karena menghirup asap yang sarat akan karbon.

Kebakaran hutan yang intensitasnya semakin meninggi tiap tahunnya tersebut dipacu oleh maraknya aktivitas manusia yang menggunakan api dalam upaya membuka hutan untuk dikonversikan menjadi hutan tamanan industri, perkebunan, pertanian, dll. Tidak hanya pembukaan lahan, kemarau ekstrim yang disebabkan oleh pemanasan globalpun telah memacu terjadinya kebakaran hutan.

Ternyata sebagian besar kebakaran hutan yang melanda kedua pulau tersebut terjadi di wilayah hutan gambut. Ini dapat terlihat dari data yang terkumpul dari periode tahun 2001-2006, bahwa 67% hotspot yang menjadi awal kebakaran hutan dan lahan tedapat di lahan gambut.

Mengapa lahan gambut sangat rentan terhadap musibah kebakaran? Hal ini disebabkan sifat gambut yang seperti spons, banyak menyerap air. Pada saat pohonnya ditebang, maka akan terjadi subsidensi (penurunan muka tanah) sehingga tanah gambut yang bersifat hidropobik tidak dapat lagi menyerap air dan kemudian mengering. Pada proses inilah terjadi pelepasan karbon yang sekaligus dapat menyebabkan lahan gambut rentan terhadap kebakaran.

Seperti yang telah disinggung di atas, kebakaran lahan tidak hanya mendatangkan kerugian material, namun juga telah memengaruhi kesehatan akibat karbon yang terlepas ke udara. Dampak kebakaran hutan ternyata tidak hanya dirasakan oleh manusia, namun juga oleh jutaan spesies satwa liar yang turut menggantungkan hidupnya di hutan, termasuk didalamnya orangutan. Jika kebakaran lahan masih terus berlangsung, bukannya satu hal yang mustahil jika lambat laun spesies yang berada si dalamnya juga turut musnah.

Tampaknya harus ada tindakan yang serius dalam menangani masalah ini, karena permasalahan tidak hanya terhenti pada degradasi lahan gambut yang diakibatkan oleh konversi lahan dan meningkatnya konsentrasi karbon di atmosfer, namun juga mempengaruhi kelangsungan hidup spesies langka. Aktivitas perusahaan-perusahaan yang berbasis kehutanan dan perkebunan harus awasi secara ketat oleh pemerintah, terlebih jika menyangkut pembukaan lahan. Perusahaan-perusahaan terkait juga diharapkan tidak hanya mengeruk keuntungan semata, namun juga mempertimbangkan faktor kelestarian lingkungan dan turut bertanggung jawab terhadap keanekaragaman hayati di sekitarnya.

Tidak hanya berhenti pada perusahaan besar, masyarakat sekitar juga perlu disadartahukan mengenai bahayanya membuka lahan dengan cara membakar. Karena tidak hanya sulit untuk dipadamkan, namun tanah gambut merupakan lahan yang menghasilkan lebih banyak asap dan karbon jika dibandingkan dengan tanah lain. Untuk menghentikan aksi ini pada akhirnya harus ada sinergi terpadu antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk mengkoordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang dapat mendatangkan banyak kerugian diantaranya musnahnya satwa liar. [Isthi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: