” … Pengen pulang cepet …. “
Kebetulan hari ini suami saya tidak ke kantor karena besok, 3/4/06, merupakan hari pertamanya bekerja di kantornya yang baru. Sesaat sebelum suami saya pulang dari mengantarkan saya ke kantor pagi ini saya sempat bilang “Nanti tolong dijemput jam 5 teng ya … aku pengen pulang cepet,” pesan saya, dan Ia mengiyakan.
Tapi ternyata rencana berubah … mendadak Ia harus menjemput ibunya di bandara dan hingga kini (16.45) Suami masih berada di perjalanan. “Wa … alamat ga jadi pulang jam 5,” pikir saya dalam hati.
Jadi masalah ini berawal dari masa pacaran kami dulu. Di jaman itu, tidak sekalipun Ia membiarkan saya beraktivitas sendiri (beda sekali dengan mantan pacar saya sebelumnya yang jika saya minta jemput, mantan pacar saya tersebut selalu saja memberi alasn ini itu agar tidak menjemput saya hahahahaha ) tapi hasilnya … hhhmmm saya amat sangat mandiri saat itu :D.
Na … kebiasaan antar mengantar dan jemput menjemput ini akhirnya mendatangkan kebiasaan buruk bagi saya aat ini. Jam kerja di kantor saya dari pukul 8.00 hingga 17.00. Tapi toh tiap hari rata-rata saya keluar kantor pukul 19.30 bahkan beberapa kali hingga pukul 20.00, kenapa? karena saya selalu menunggu suami saya pulang dari kantornya yang terkadang tidak menentu sehingga bisa nebeng pulang ke rumah. Ada saja yang saya kerjakan di kantor untuk mengisi waktu … chatting, browsing, ngerjain kerjaan kantor (yang ini proporsinya kecil … kecil sekali) atau baca-baca buku. Kerelaan saya menunggu suami seperti ini bukan karena alasan “kebersamaan” tapi lebih karena saya tidak ingin pulang sendiri; naik angkot, berjejal-jelalan di dalam bis, kena macet dll. dll. Intinya saya jadi tidak mandiri (terutama setelah rumah saya saat ini terlatak di daerah Ciputat yang macetnya ga tanggung2 dan ditambah aksesibilitas ke komplek saya yang kurang bagus)
Agak sulit rupanya keluar dari situasi yang nyaman … perlu tekad kuat. Karena walau sudah beberapa kali saya merencanakan jam 5 teng saya pulang sendiri … tapi toh halangannya (yang saya buat sendiri) adaaaa saja. Alhasil setiap kali saya merencanakan pulang sendiri … bisa dibayangkan endingnya seperti apa: browsing sembari mendengarkan musik dari pukul 17.00 hingga pukul 19.30.




